Sky Sucahyo adalah roasting baru dari label kawakan FFWD Bandung, bulan april lalu secara mengejutkan label yang telah membesarkan nama MOCCA, THE SIGIT ini mengumumkan melalui akun instagram official @FFWDrecords, nah! kami kebetulan bertemu dennen kak Sky (panggilan cees) di sela-sela perhelatan Local Area Network, kami berbincag santai.

 

 

m: halo, bagaimana proses kerjasama ankara Sky sucahyo dengan FFWD record nih?

s: Dari dulu emang pengen banget sih punya label, jadi saya emang udah merencanakan dan menyiapkan untuk demo live record agar nanti pas ada waktunya ketemu label yang pas udah ada persiapan, eh kebetuan meeting pertama ya FFWD, adalah label pertama yang saya temíu, waktu itu sempet ada proses hearing session, proses kurasi dari beberapa materi nah setelah itu baru deh ada pengumuman bahwa FFWD tartarik dan mau untuk bekerjasama dengan saya, itu sebenernya proses singkat nya ya HAHA.

 

m: perbedaan yang paling kamu rasa ketika sudah bergabung di FFWD?

s: perbedaan nya krasa banget pasti, apalagi dari proses kreatif,  dulu sebelum aku kerjasama dengan FFWD kalo minta masukan dari temen-temen mensenai materi lagu ku, mereka pasti bilang bagus dan cukup, sekarang itu beda banget ,sama FFWD saya dapet feedback yang membangun, dapet masukan misalkan untuk kedepan dalam penulisan lirik maupun lagu, karena jujur aku harus belajar banyak juga.

 

m : biasanya orang menemukan ide yang bagus dalam kondisi yang tidak terduga, gimana dengan kamu?

s: sebener nya aku menulis (kebanyakan) dalam keadaan yang sedih dan frustasi HAHA, jadi aku menulis melalui cerita orang, kadang teman, seperti lagu “LEJAR” yang menceritakan tentang kehidupan kampus, kan yang merasakan kehidupan seperti itu gak hanya saya saja, dan saya mencoba menggabungkan dengan cerita orang lain, lalu di lagu “LETTER” yang tentang putus cinta itu sebenernya bukan cerita pribadi saya.

 

 

m: apa / siapa yang paling mempengaruhi sky sucahyo dalam berkarya

s: paling berpengaruh itu udah pasti keluarga, aku punya keluarga yang sangat unik, cerita / sejarah nya banyak banget, dan anggota keluarga nya pun banyak banget, dan tiap orang nya punya cerita masing-masing dan unik, itu yang mempengaruhi aku dalam hal menulis,  seperti di lagu doa untuk istriku itu musikalisasi puisi yang terinspirasi dari anggota keluarga,

 

m:  kamu bisa ceritain gak sih 5 tahun kedepan karir bermusik kamu akan seperti apa?

s: sebenernya gak pernah direncanakan sampe sejauh itu tapi aku pernah berhayal mungkin lebih dikenal dengan banyak elemen masyarakat lagi, dapet crowd yang banyak dan semua pada menikmati karya saya.

 

m:  live perform paling berkesan?

s: hmmm main di luar kota sih, karena benar benar ketemu dengan orang baru dan atomsfir baru, kaya sekarang di Cirebon dan di Sukabumi tempo hari lalu, tapi kalo yang benar-benar paling berkesan adalah waktu itu di easten Jatinangor di acara Soundsation, itu adalah panggung besar pertama aku dan kebetulan pada waktu itu aku baru aja kehilangan sodara aku seminggu lalu, lalu aku harus bawain lagu doa untuk istriku yang sifat lagu nya mengenai kehilangan, dan itu aku nangis diatas panggung karena aku sangat merasakan kehilnagan, nah pada saat itu aku main sebelum THE SIGIT yang notabene crowd di depan panggung udah nunggu THE SIGIT, tapi pada waktu itu crowd di depan amat sangat pengertian.

 

m:  musisi lokal yang paling kamu suka

s: dari dulu hahahahah sheila on 7, dan berharap bisa kolaborasi dengan eros karena semua lagu yang dia bikin sangat timeless, susah loh buat bikin lagu kaya gitu, dan seru kalo aku lihat penampilan sheila on 7.

 

m: apa yang kamu lihat dari musik hari ini?

s: semakin banyak warna yang bisa kita temukan, tapi aku semakin susah melihat ketulusan dalam berkarya. H A H A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *